Balai desa Tunggulwulung mulai ramai dipenuhi warga perwakilan dari beberapa dusun. Acara bertajuk “Sosialisasi Alat pemipil jagung dan Sosialisasi Budidaya Maggot yang diadakan oleh peserta KKN-17 Universitas Yudharta Pasuruan. Acara ini merupakan rangkaian acara sosialisasi yang di hadiri perangkat desa, ibu PKK, Gapoktan, dan Petani Muda.
Acara di mulai dengan pembukaan dan berlanjut sambutan-sambutan dan di lanjut moderator acara inti yakni sosialisai Alat pemipil jagung dan Budidaya maggot. Acara yang pertama sosialisasi alat pemipil jagung di tunda terlebih dahulu di karenakan ada kesalahan teknis dan di lanjut acara selanjutnya yakni sosialisasi budidaya maggot, yang di sampaikan oleh pemateri M. Khabibulloh dari Duta maggot Pasuruan.
Desa Tunggulwulung sebagai salah satu desa di Kecamatan Pandaan memiliki potensi Pengelolaan sampah yang belum optimal juga menjadi masalah utama. Khabib menjelaskan, budidaya maggot atau Black Soldier Fly penting sebagai solusi penguraian sampah organik di Desa Tunggulwulung. Black Soldier Fly atau selanjutnya disingkat BSF adalah salah satu hewan dari kelas serangga, siklus hidup BSF dimulai dengan perkawinan BSF jantan dan betina dua sampai tiga hari setelah kawin, betina akan bertelur, betina akan mati setelah bertelur dan jantan akan mati setelah kawin.
Telur BSF menetas sebanyak 500-900 butir/cluster dalam jangka waktu tiga sampai empat hari. Telur menjadi larva bayi yang berukuran kurang dari 1 mm. Pada umur 0-18/21 hari larva bayi telah tumbuh menjadi larva dewasa dengan ciri berwarna putih kecoklatan, larva berukuran besar kemudian menjadi prapupa dengan warna hitam dan tidak makan. Pada siklus ini, prepupa mulai memanjat dari media untuk mencari tempat yang kering. Prapupa yang telah memasuki tujuh hari akan memasuki fase pupa. Pada fase ini, pupa tidak bergerak selama rata-rata tujuh hari sampai satu bulan sampai menetas.
“Manfaat jentik BSF (maggot) antara lain pengurai limbah, sebagai pakan alternatif ikan dan unggas. Keunggulan budidaya maggot adalah aman bagi manusia (tidak menimbulkan wabah penyakit), pertumbuhan cepat, bersih, perawatan mudah, biaya produksi rendah, dan dapat diproduksi di lahan sempit,” jelas Khabib .
Khabib juga menjelaskan bagaimana budidaya jentik maggot sebenarnya bisa dilakukan dengan menarik kedatangan lalat BSF secara alami, diantaranya dengan meletakkan kotoran hewan, kotoran, atau sampah di tempat yang teduh. “Umumnya BSF banyak yang hinggap di pohon pisang,” imbuhnya
Pembuatan keramba merupakan tahapan selanjutnya dari budidaya BSF. Pembangunan keramba lalat BSF dapat menggunakan rangka (bendrat, kawat, kayu) atau tanpa rangka yang dilengkapi dengan penutup jaring. Daun pisang, biotong pemancing, wadah minum, rak untuk pra pupa, dan tempat bertelur harus ada di dalam kandang. Durasi kawin dapat ditingkatkan dengan memasang lampu UV dengan panjang gelombang 400nm-700nm. Saat memanen telur, tempat bertelur maggot bisa dibuat dari tumpukan lembaran kayu dengan celah-celah kecil di antaranya, telur dikumpulkan dan disimpan di tempat penetasan. Tempat pembenihan makanan diberi sedikit makanan (sampah) agar makanan tetap tersedia. Setelah telur menetas menjadi larva (belatung) kondisi ideal yang cocok untuk belatung adalah suhu hangat berkisar 24oC sampai 30oC, lingkungan yang teduh, kadar air dalam makanan berkisar 60-90%, makanan kaya protein dan karbohidrat serta ukuran partikel makanan kecil.
Sumber makanan maggot adalah limbah dapur, limbah pasar berupa sayur dan buah, kotoran ternak, dan limbah pabrik berupa ampas tahu. Proses penguraian sampah akan lebih mudah dengan cara mencacah sampah terlebih dahulu. Menurut Khabib, Maggot bisa menjadi pakan alternatif bagi ikan dan ternak. Caranya adalah dengan mencelupkan larva ke dalam air mendidih agar lebih cepat mati dan dapat mensterilkan produk yang dihasilkan. “Kemudian dicampur dengan bahan lain seperti dedak, kedelai, sorgum, jagung. Tahap selanjutnya dimasukkan ke dalam pellet printer atau diblender, tahap terakhir disimpan lebih lama,” imbuhnya. Khabib juga menjelaskan simulasi pembuatan maggot dan pembuatan kompos. Di akhir sosialisasi, Khabib menjelaskan bahwa Budidaya BSF tidak hanya menjadi solusi pengurai sampah basah, tetapi juga bisa menjadi solusi pakan alternatif serta usaha going zero waste yakni gaya hidup zero waste bisa dibilang juga sebagai gaya hidup nol-sampah, dan tidak mendapat kerugian dalam bentuk material.